Taman Wisata Matahari - di Desa Cilember dan Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali minta tumbal. Setelah geger dengan kasus tewasnya bocah pengunjung yang jatuh dari wahana flying fox, kini seorang bocah juga tewas akibat tertimpa pohon saat berwisata di TWM. Adalah Ardiyani, bocah berusia 9 tahun, warga Kebon Pala RT 02 RW 14, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang menjadi korban tertimpa pohon itu, Minggu (26/6) lalu. Ia mengalami kecelakaan yang sangat tragis, yaitu tertimpa patahan batang pohon jenis albasiah yang tertiup angin. Kejadian tersebut sebetulnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak TWM dengan keluarga korban. 



Namun Jumat (1/7) siang kemarin, beberapa perwakilan warga Desa Cilember dan Leuwimalang mengadukan kejadian tersebut ke anggota DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong. Informasi yang dihimpun ,sebelum kejadian, Ardiyani dan rombongan kelurganya sedang berjalan di area TWM, tepatnya di samping water park. Siang itu, sekitar pukul 14.00 WIB, angin bertiup cukup kencang di kawasan Puncak. 

Di sepanjang bibir jalan masuk di samping water park ditumbuhi deretan pepohonan, salahsatunya pohon jenis albasiah. Pada hari naas tersebut, salah satu cabang pohon albasiah patah dan menimpa bagian kepala Ardiyani yang berada tepat di bawahnya. Ardiyani sempat dilarikan ke Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG), Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, untuk diberi pertolongan pertama. Namun ia meningal dunia di RSPG karena lukanya parah. 

Luka yang dialami korban di bagian kepala sangat parah. Dan ia meninggal dunia di RSPG, kata seorang petugas di RSPG, Jumat (1/7) kemarin. Pihak manajemen TWM yang hendak dikonfirmasi, Jumat kemarin, tidak berada di tempat. Namun informasi yang berhasil dikorek dari beberapa karyawan, membenarkan adanya korban meninggal akibat tertimpa batang pohon. Benar ada kejadian seperti itu, dan korban meninggal dunia. Tetapi, murni kecelakaan, atau musibah, karena tertimpa batang pohon. Dan untuk kejadian tersebut, pihak TWM sudah memberikan santunan, tidak ada tuntutan dari pihak keluarga korban, kata lelaki staf TWM yang menolak namanya disebutkan. 

Adanya kejadian yang merenggut nyawa ini, aparat Kepolisian Polsek Cisarua, kini tengah mengadakan penyelidikan. Terkait kejadian tersebut, anggota Polsek Cisarua tengah melakukan penyelidikan, tegas Kapolsek Cisarua Kompol H Hadi Santoso. Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Sumarli membenarkan bahwa ada sejumlah warga yang mengadukan masalah itu ke Dewan. 

Setelah mendapat laporan tersebut, Sumarli segera melakukan rapat untuk memutuskan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke manajemen TWM. Enam orang anggota Dewan hanya ditemui Wahyudi, staf TWM yang bukan berasal dari top manajemen. Klarifikasi itu dibenarkan oleh TWM. Memang sudah diselesaikan dengan perjanjian damai, katanya kemarin. Sumarli menjelaskan, meskipun sudah ada kesepakatan perdamaian bukan berarti persoalan itu tuntas. 

TWM wajib mengklarifikasi masalah itu karena munculnya kasus hilangnya nyawa manusia diduga ada unsur kelalaian sudah terjadi sebelumnya. Kami akan panggil pemilik TWM dan semua pihak termasuk Polsek. Jangan seenaknya TWM melakukan negosiasi damai dengan keluarga korban tanpa melibatkan pihak lain,tandasnya.


Sumber : http://vps-1117292-13465.manage.myhosting.com/detail.php?id=1358

Advertisement

1 komentar:

 
Top